Di bawah lampu yang menggantung lelah,
asap mengepul seperti doa yang tak selesai.
Gang kecil itu diam,
namun hidup berjalan pelan di sela malam.
Seorang penjual mendorong harapan
dengan roda yang berderit lirih.
Uap panas dari gerobaknya
bercampur dingin angin dan sunyi.
Rumah-rumah berdiri rapat,
menyimpan cerita tentang lelah yang akrab.
Tentang orang-orang yang pulang malam,
tentang tawa kecil yang cukup untuk bertahan.
Tak ada gemerlap kota besar,
tak ada musik keras atau lampu mewah.
Hanya cahaya hangat dari teras rumah,
dan aroma sederhana yang terasa seperti rumah.
Malam di gang itu mengajarkan
bahwa hidup tak selalu harus megah.
Kadang, bahagia cuma sesederhana
sepiring makanan hangat
dan seseorang yang masih mau menunggu di rumah.
Godean Sebelum Pindah


Leave a Reply