Tepat menjelang ashar, tiba-tiba langit menjadi gelap dan angin berhembus kencang. Keevypun segera berlari pulang karena tahu hujan akan segera turun. Dan benar ketika Keevy sampai dirumah hujan turun dengan deras bersamaan angin yang menggoyangkan pohon mangga di depan rumah Keevy.
Suasana rumahpun gelap, karena seperti biasa ketika hujan lebat listrikpun padam. Sejenak Keevy melamun didepan kaca rumah melihat hujan dan pohon mangga yang terus bergoyang. Kemudian Keevy berjalan pelan ke dapur melihat Neneknya sedang mengupas pohong (singkong) untuk direbus. Setelah itu Keevy berjalan lagi ke ruang tamu sambil membawa lilin dan mengajak Kakaknya untuk bermain kelereng dengan bidak catur.
Keevy dan Kakanya duduk berhadapan di ujung2 tembok, kemudian keevy menata bidak catur warna putih di ubin dengan kakinya yang terbuka lebar, begitu juga dengan Kakanya melakukan hal yang sama. Setelah bidak-bidak catur tersebut sudah ditata acak, Keevy mulai menyentil kelerengnya ke arah bidak catur warna hitam milik kakaknya dan membuat satu bidak catur roboh. Kemudian bergantian dengan kakanya mencoba menyentil kelerengnya ke arah bidak catur milik Keevy, kemudian mengenai bidak catur Kuda dan roboh.
Permainan ini belangsung sengit hingga bidak catur Milik Keevy yang berdiri tinggal 2 sedangkan kakany masih memiliki 5 bidak catur yang masih berdiri. Namun Keevy masih berusahaan terus untuk membuat bidak catur milik kakanya roboh hingga keduanya memiliki 1 bidak catur yang masih berdiri. Dan akhirnya permainan ini dimenangkan oleh Kakaknya karena bidak catur milik Keevy roboh pada serangan terakhir oleh kakaknya.
Keevypun terlihat kesal melihat kakakny yang tertawa mengejek, dan terus merengek curang-curang sampean Mas…..Namun kakaknya hanya tertawa dan terus mengejek. Kemudian mereka merapikan bidak-bidak catur tersebut dan dimasukan ke dalam papan catur.
Hujanpun terlihat belum ada tanda-tanda untuk berhenti, Kemudian terlihat Nenek Keevy tersenyum sambil membawa pohong yang sudah matang dengan gula pasir diatasnya kemudian diberikan kepada Keevy dan Kakaknya. Keevy menyambutnya dengan senang pohong tersebut dan memakanya sambil menikmati hujan di depan rumahnya.


Leave a Reply