Semalam,
dalam layar hitam berkilau samar,
kulihat sepasang bayangan mungil,
seperti bintang yang jatuh ke dalam samudra sunyi.
Ada gerak lembut
tak menepuk, tak menggenggam,
hanya melambai,
seolah menyapa dunia yang belum pernah disinggahinya.
Gelombang bisu menyimpan rahasia,
setiap denyut menulis puisi baru,
tentang kehadiran yang masih bersembunyi,
namun sudah berteriak dengan cahaya.
Semalam tangannya melambai,
membelah jarak antara mimpi dan nyata,
mengabarkan bahwa hidup sedang bersemi,
meski belum ada udara untuk ia hirup.
Aku pun terdiam,
mendengar bahasa yang tak memakai suara
cukup satu lambaian,
dan seluruh hatiku runtuh,
untuk membangunnya kembali dengan cinta.
Bantul, 29 Agustus 2025

Leave a Reply